USB YPKP Tingkatkan Kemampuan Teknis Mahasiswa Melalui HMSI Gelar Workshop Internasional Generative AI

Bandung, Wartaaktual.com – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung melalui Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) sukses menyelenggarakan workshop internasional bertajuk “Mastering Generative AI for Technical Innovation”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan teknis mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).
Workshop ini tidak hanya menjadi ajang eksplorasi teknologi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan kesiapan mahasiswa dalam dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI), Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Biro Kerjasama, Biro Humas, Protokoler, dan Media, Kesekretariatan, serta beberapa Program Studi di bawah Fakultas Teknik seperti Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Acara ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dekan Fakultas Teknik, dosen, serta mahasiswa.

Workshop menghadirkan Prof. Kim Soo Il dari Busan University of Foreign Studies, Dr. Kwanyoung Kim dari ATOP Consulting, Mr. Paul Choi dari P&M Group Korea, serta praktisi teknologi nasional Pratomo Bowo Leksono, S.T.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Sistem Informasi, Khaerul Manaf, S.T., M.Kom., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap workshop internasional ini dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan teknologi ke depan, khususnya dalam bidang Artificial Intelligence.
“Saya sangat bersyukur atas terselenggaranya workshop internasional ini. Mudah-mudahan ke depan akan berkembang lebih jauh, termasuk dalam konsep Agenting AI. Harapan kami, seluruh program studi di Fakultas Teknik dapat terus unggul. Karena teknik juara,” ujarnya.
Sambutan juga disampaikan oleh Walikota Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI), Hikmah Nuralam, serta Ketua Pelaksana, Indra Nazru. Keduanya berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik serta memperoleh wawasan dan insight baru yang bermanfaat.
Sesi utama workshop diisi oleh Pratomo Bowo Leksono, S.T., yang membawakan materi bertema “Digital Transformation 5.0: Revolusi Workflow Developer di Era Kecerdasan Otonom”. Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara kerja di bidang teknologi informasi, dari yang sebelumnya bergantung pada mesin pencari seperti Google, kini beralih pada pemanfaatan AI yang mampu mempercepat proses kerja.
Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya keterbatasan AI, seperti potensi hallucination (hasil yang tidak sepenuhnya akurat) serta risiko keamanan (security). Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) turut mendorong banyak individu dari berbagai latar belakang untuk ikut terjun dalam pengembangan teknologi berbasis AI.
“Belajar fundamental di era AI itu seperti belajar navigasi bintang di era GPS. Terasa kuno, sampai suatu saat bateraimu habis di tengah laut dan hanya pengetahuanmu yang bisa membawamu pulang,” ungkapnya.
Memasuki sesi seminar internasional, Dr. Kwanyoung Kim, Ph.D., menyampaikan pentingnya kolaborasi global dalam mendorong transformasi teknologi.
“We aim to transform Indonesia into a smart and incubating society. We hope our partners will become key experts in the new era,” ujarnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Mr. Paul Choi, yang menekankan pentingnya sikap (attitude) dalam menghadapi perkembangan teknologi serta keberanian untuk keluar dari comfort zone.
“Jika sikap kita positif, kita akan sukses. Jika negatif, ke mana pun kita pergi, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Kim Soo Il menegaskan bahwa meskipun AI memiliki peran besar dalam kehidupan saat ini, peran manusia dalam dunia pendidikan tetap tidak tergantikan.
“Kita tidak bisa menyangkal bahwa AI berperan dalam kehidupan kita. Namun, peran dosen dalam pendidikan tetap penting dan tidak akan tergantikan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut dilaksanakan penandatanganan Implementation Agreement (IA) sebagai bentuk kerja sama internasional di bidang teknologi dan pendidikan. Penandatanganan Implementation Agreement menjadi tonggak baru internasionalisasi USB YPKP dalam bidang pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi. Penandatanganan ini melibatkan tiga narasumber dari Korea Selatan, yaitu Prof. Dr. Kim Soo Il (Busan University of Foreign Studies), Prof. Kim Kwanyoung (Managing Director, ATOP Consulting), serta Mr. Paul Choi (Founder & (CEO P&M Group Korea).
Dari pihak Universitas Sangga Buana, penandatanganan dilakukan oleh Kaprodi Teknik Elektro, Ivany Sarief, S.T., M.T., Kaprodi Teknik Informatika, Gunawan, S.T., M.Kom., serta Kaprodi Sistem Informasi, Khaerul Manaf, S.T., M.Kom., Ph.D.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional serta membuka peluang pengembangan akademik, riset, dan inovasi teknologi di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, USB YPKP menegaskan komitmennya menjadi kampus yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global sekaligus mencetak lulusan yang kompetitif di era AI. ***




