Yayasan Selaawi Raksa Mandiri, Wadah Kreatif Generasi Muda

0
45

 

Para pengurus dan anggota Yayasan Selaawi Raksa Mandiri yang kaos merah marun adalah H.Saripudin Sesepuh YSRM.


                 Oleh H. Jaenudin
KAMPUNG Selaawi berada di Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, adalah satu daerah di wilayah Garut yang memiliki potensi, dalam rangka menopang ekonomi kerakyatan melalui seni, budaya dan sosial tentunya, dengan semangat dan landasan agama yang kuat.

Sebut saja, seorang tokoh Kp.Cijatun, masih berada Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, yaitu H.Saripudin, pituin dari Selaawi, menjadi pioner dalam rangka memajukan daerah Selaawi bersama para generasi milenium, tokoh masyarakat dan tak lepas bimbingan dari Muspika, khususnya Camat Selaawi yaitu Ridwan Efendi, Kapolsek, Danramil, juga Lurah Selaawi.

Kemudian juga bimbingan dari Ir.H.Pon Purajatnika, salah seorang pakar bambu nasional yang setiap bulan selalu datang ke Kampung Selaawi, untuk berdiskusi dengan warga masyarkat, pemuda dan masyarkat, terkait bambu. Dari nama saja, kalau Selaawi berarti ada bambu, penulis hanya mendriskipsi saja, tentunya yang lebih paham adalah ahli bahasa sunda atau para inohong di Kampung Selaawi.

Bambu adalah salah satu warisan dari leluhur dan nenek moyang yang diturunkan secara turun temurun dan hebatnya ” teu ninggalkeun sajarah. ” Bambu adalah merupakan tali pengikat dan kerukunan warga Selaawi masih tetap terpelihara.

Pembuatan alat – alat dari bambu sudah dimodernisasi dengan adanya bimbingan dari LPPM ITB, pada akhirnya bambu merupakan salah satu sumber kehidupan yang menopang ekonomi warga masyarakat, dengan tetap memelihara alam, sehingga Kampung Selaawi adalah kampung kreatif dengan melibatkan tokoh pemuda, sesepuh, serta warga masyarakat

Pembuatan barang dari bambu seperti cangkir, sendok, garpu dan hiasan lainnya , didesain sedemikian rupa tanpa menghilangkan identitas aslinya khas kampung Selaawi, yaitu terbuat dari bambu.

Ditemui ketika berlangsung Hari Ulang Tahun ( HUT ) Tabloid ” Warta POLISI ke 18 ” di Kp Selaawi, secara kebetulan H.Saripudin adalah kepala Biro Garut, menjelaskan bahwa selain usaha pembuatan perkakas dari bambu, juga Yayasan Selaawi Raksa Mandiri, telah mampu membentuk peternakan berupa ternak sapi dan dikelola oleh Yayasan, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan tambaham dan dikelola secara mandiri oleh Yayasan Selaawi Raksa Mandiri. Sampai saat ini, sudah memiliki 35 ekor sapi, pemeliharan hewan sapi dari mulai kecil ( pedet) sampai besar.

Pada tahun 2021, Yayasan Selaawi telah melakukan bakti sosial dengan membagikan 1000 buku Iqro, 800 Alquran, pembagian beras dan penyembelihan sapi yang dibagikan ke pesantren dan kaum dhuafa serta fakir miskin, di 7 desa yang ada di Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut.
Tentunya dalam situasi Covid 19, seperti sekarang ini, dapat membantu kehidupan masyarakat.

Ditanya terkait modal usaha, dalam pengelolaan usaha peternakan sapi dan usaha pembuatan perkakas berupa alat – alat rumah tangga / hiasan yang terbuat dari bambu, H.Saripudin dengan santai menjawab modal berasal dari anggota Yayasan Selaawi Raksa Mandiri.**

Penulis, pemerhati masalah Kepolisian dan Sosial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here