Unit Jibom Gegana Polda Jabar Amankan Granat Aktif Temuan Warga Tasikmalaya

0
5

Tasikmalaya, bewarajabar.com –  Jum’at, 12/03/2021 – Sebuah benda mencurigakan yang diduga munisi bom jenis Granat Tangan Anti Personil ditemukan warga di area permukiman warga di Kampung Situdeet, Kecamatan Cibari, Kota Tasikmalaya.

Setelah menerima laporan dari warga, pihak kepolisian sektor setempat meminta bantuan dengan menghubungi Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jabar. Menindaklanjuti hal tersebut, kemudian diperintahkan satu unit Jibom dengan kekuatan sepuluh personel dipimpin Perwira Unit Sub Detasemen 2 Penjinak Bom Aiptu Engkus Kusnadi untuk menuju lokasi penemuan.

Tiba di tempat kejadian perkara, Unit Jibom langsung bergerak dengan memeriksa dan mengamankan temuan munisi bom yang masih dalam kondisi aktif.

Aiptu Engkus Kusnadi menjelaskan, munisi bom yang ditemukan warga merupakan bekas sisa-sisa perang dunia ke dua yang telah lama tertimbun tanah, sehingga harus segera dilakukan penanganan untuk keselamatan warga di sekitar lokasi penemuan.

Perwira Unit Sub Datasemen 2 Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Aiptu Engkus Kusnadi mennjelaskan granat tangan jenis nanas itu masih aktif. Agar tidak membahayakan, granat tersebut lalu diledakan.

“Ini merupakan granat tangan anti personel yang masih aktif. Agar tidak membahayakan akhirnya kita ledakan. Karena disimpan pun berbahaya, karena sudah rusak dan berkarat,” jelasnya.

Aiptu Engkus mengimbau kepada warga untuk tidak memegang jika menemukan benda serupa. Sebaiknya, warga langsung melapor kepada petugas untuk penanganannya.

“Kepada warga kalau nantinya melihat ada granat langsung lapor saja. Jangan dipegang – pegang,” pesannya.

Kapolsek Cibeureum, Kompol Suharto S.H., mengatakan, hasil koordinasi Unit Jibom, setelah diperiksa, bom tersebut diputuskan untuk dihancurkan (disposal) di lokasi untuk menghindari bahaya ledakan yang bisa terjadi kapanpun.

“Dengan pertimbangan keselamatan, maka bom tersebut akan kita lakukan disposal di tempat,” terangnya.

Dengan keahlian dan kemampuan Unit Jibom, munisi bom jenis Granat tangan anti personel dapat dijinakkan melalui pendisposalan atau dihancurkan.

Setelah berhasil mendisposal munisi bom tersebut, kemudian barang bukti di serah terimakan kepada Kapolsek Cibeureum dalam kondisi aman.

“Sesuai Peraturan Kapolri, bahwa munisi bom ini menjadi ranah militer dalam Hal ini TNI. Kami hanya membantu menangani dan menjinakkan munisi bom tersebut kemudian menyerahkannya kepada satuan TNI, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” Pungkas Aiptu Engkus Kusnadi.

Ditempat terpisah, Komandan Satuan Brimob Polda Jabar, Kombes Pol Yuri Karsono, S.I.K, mengatakan bahwa, “Kemampuan yang dimiliki oleh unit penjinak bom merupakan hal yang paling utama dalam penanganan temuan munisi bom. Maka dari itu, kemampuan perorangan unit penjinak bom harus selalu dilatihkan manakala menghadapi ancaman dan temuan bom di kemudian hari,” tuturnya.

Beliau juga berpesan, “Kita harus selalu waspada dan senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat karena kita merupakan anggota Polri yang mempunyai kewajiban melindungi masyarakat dari segala macam hal yang mengganggu keamanan”, Tegas Yuri Karsono.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here