Bimtek Kepala Desa dan Sekdes se- Kabupaten Kerinci Diduga Ada Penggelembungan Dana

0
19

JAMBI, Wartaaktual.com – Bimbingan Teknis (Bimtek) para kepala Desa dan Sekdes se- Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang dilaksanakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dengan peserta kurang lebih 516 orang, yang berlangsung selama 8 hari di kota Bandung menjadi sorotan publik.

Diduga dana kegiatan tersebut telah digelembungkan oleh pihak panitia, selain dianggap tidak efisien, kegiatan itu terkesan hanya menghambur-hamburkan uang.

Salah seorang pengamat kebijakan publik di Kabupaten kerinci Eko mengatakan, kegiatan itu memungut biaya sebesar Rp.3,5 juta per orang. Sedangkan penggunaan anggaran yang sebenarnya tidak sebesar itu.

Kami menduga kuat, pihak panitia mengambil keuntungan besar dibalik kegiatan itu, contoh lainnya untuk akomodasi di Hotel Horison harga per pack nya berkisar antara Rp.425.000 hingga Rp.450.000 per orang.  Nah sekarang coba lihat laporan pertanggungjawaban panitia, berapa besaran yang mereka laporkan. Yang jelas selisihnya cukup besar, bebernya.

Menurutnya, jika dilihat dari sudut efisiensi, kegiatan itu sebenarnya bisa dilaksanakan di Kabupaten kerinci, dan tidak harus jauh-jauh lintas provinsi.

“ Disini juga kan fasilitas memadai, mengapa harus jauh-jauh ke Bandung, ada apa??,” cetusnya.

“saya punya informasi angka detailnya, jumlahnya cukup fantastis,” kata Eko yang enggan menyebut berapa besaran selisihnya.

Ia meminta agar pihak berwenang untuk turut terjun mengungkap soal dugaan penggelembungan dana itu. Karena anggaran yang digunakan untuk kegiatan tersebut adalah anggaran negara.

Sementara itu, Sekretaris panitia Pelaksana Bimtek, Abdulrahman saat ditemui disela-sela acara membantah isu tersebut.

Menurut dia, besaran iuran yang dibebankan kepada para kepala Desa hanya Rp 3,3 juta dan bukan Rp 3,5 juta.

Dana iuran sebesar Rp. 3,3 juta digunakan untuk membayar biaya penginapan, fasilitas peserta seperti kaos, tas, seminar kit dll.  Termasuk untuk konsumsi perserta, makan siang dan coffe break.

“ Jadi, biaya untuk 4 hari itu sebesar Rp.2,6 juta sedangkan untuk nara sumber besarannya Rp.700 ribu,sehingga  total iuran adalah sebesar  Rp.3,3 juta, “ jelasnya.

Alasan mengapa dilaksanakan di Kota Bandung karena selain telah diatur dalam Undang-Undang, juga para nara sumber yang kebanyakan berasal dari pulau jawa.

“ Jarak tempuh ke kabupaten Kerinci dari kota Jambi itu sekitar 10 jam. Sedangkan para nara sumber kebanyakan dari pulau Jawa, kasihan terlalu jauh,” ujarnya.

“ Tudingan penggelembungan dana itu tidak benar, kami siap di audit,” kata Abdulrahman.

Abdulrahman mengaku siap mempertanggungjawabkan segala pengeluaran kepada forum kepala Desa nantinya.

“Kami siap melaporkan pertanggungjawaban soal penggunaan anggaran,” tutupnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here