Berita TerkiniRagamRegional

Panen Perdana Alpukat Binaan BAZNAS Jabar Buka Jalan Kemandirian Petani

CIANJUR, Wartaaktual.com – Setelah lima tahun menunggu, petani alpukat binaan Yayasan Balad Mayapada Mahardika akhirnya bisa memetik hasil kerja keras mereka. Panen perdana berlangsung di Blok Batulawang, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Rabu (30/9/2026).

Panen raya tersebut menjadi momentum penting bagi para petani. Selain menandai hasil perdana dari tanaman alpukat yang dirawat selama bertahun-tahun, kegiatan itu juga menunjukkan dampak pendampingan dan bantuan produktif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat.

Selama enam bulan terakhir, BAZNAS Jabar memberikan dukungan untuk kebutuhan operasional kebun, terutama pengadaan pupuk dan pembayaran upah buruh tani. Bantuan tersebut membuat proses pemeliharaan tanaman tetap berjalan hingga memasuki masa panen.

Pimpinan BAZNAS Jabar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Zaki Hilmi, M.H., mengatakan panen perdana menjadi bukti hasil dari proses pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan bersama para petani.

“Alhamdulillah, kondisi para petani cukup baik. Hari ini kita bisa melihat secara langsung hasil dari proses yang sudah dilakukan oleh para petani dalam mengembangkan tanaman alpukat. Panen raya ini menjadi salah satu bentuk hasil dari proses pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan BAZNAS bersama para petani,” ujar Zaki.

Menurut Zaki, potensi lahan yang tersedia mencapai sekitar 40 hektare. Namun, hingga kini baru sekitar 15 hektare lahan yang telah ditanami alpukat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena tanaman alpukat membutuhkan waktu cukup panjang hingga menghasilkan buah. Karena itu, Zaki mendorong pemanfaatan lahan yang belum ditanami dengan tanaman tumpang sari berumur pendek.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu petani memperoleh pemasukan secara lebih cepat sembari menunggu tanaman alpukat memasuki masa produktif.

Kepala LAB BAZNAS Jabar, Agus Zaelani, mengatakan bantuan yang diberikan bukan hanya menyentuh kebutuhan produksi, tetapi juga meringankan beban operasional yang selama ini menjadi salah satu kendala petani.

“Bantuan ini bukan baru kemarin diberikan, tetapi sudah beberapa bulan ke belakang. Bantuan digunakan untuk pembelian pupuk dan pembayaran buruh tani, sehingga meringankan para petani di sana,” kata Agus.

Menurut dia, kebahagiaan petani saat panen menjadi salah satu hal yang paling terlihat dalam kegiatan tersebut. Para petani akhirnya dapat menikmati hasil dari proses penanaman dan perawatan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Namun, Agus mengingatkan bahwa keberhasilan panen perdana bukan menjadi akhir dari proses pendampingan. Perawatan tanaman setelah panen harus tetap dilakukan secara disiplin, termasuk pemangkasan dan pengendalian hama.

Selain produksi, penguatan akses pasar juga menjadi pekerjaan berikutnya. Dengan pasar yang lebih luas, komoditas alpukat Batulawang diharapkan dapat dijual dengan harga kompetitif sehingga memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

Panen raya tersebut turut dihadiri Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Cianjur H. M. Ichsan, SE., M.Pd.I., Ketua PW GP Ansor Jawa Barat H. Subhan Fahmi, Ketua Yayasan Balad Mayapada Mahardika Asep Fathul Majid, serta jajaran pendamping program BAZNAS Jabar.

Melalui program pemberdayaan tersebut, BAZNAS Jabar menargetkan petani binaan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan, tetapi juga beranjak menuju kemandirian ekonomi.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Jabar mengubah mustahik menjadi penerima manfaat yang mandiri, kemudian berkembang menjadi munfik yang gemar berbagi hingga pada akhirnya mampu menjadi muzaki yang menunaikan zakat.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button