Launching Album Warga Binaan Pecah, Publik Pertanyakan Ke Mana Peran Humas Lapas Ciamis

Ciamis, Wartaaktual.com – Acara launching album warga binaan yang digelar Lapas Kelas IIB Ciamis mendapat pujian sebagai bentuk nyata keberhasilan pembinaan. Namun di tengah apresiasi tersebut, kinerja kehumasan lapas menjadi sorotan lantaran minimnya publikasi terhadap kegiatan yang dianggap bersejarah itu.
Launching album musik karya warga binaan yang digelar belum lama ini sukses besar dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut bahkan disebut sebagai sejarah baru dalam pola pembinaan berbasis seni di lingkungan pemasyarakatan.
Acara yang berlangsung meriah itu menjadi bukti bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga diberi ruang untuk berkarya, berkembang, dan menunjukkan potensi positif kepada masyarakat luas.
Di balik suksesnya kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mendapat apresiasi atas keberaniannya menghadirkan inovasi pembinaan yang dinilai berbeda dari biasanya. Program musik yang melibatkan langsung warga binaan itu dianggap mampu menjadi sarana pembinaan mental, kreativitas, hingga motivasi perubahan diri.

Ketua Umum Yayasan Bakti Anak Negeri, Ir. Yadi Mulyadi, menyebut kegiatan launching album tersebut sebagai langkah luar biasa yang patut diapresiasi.
Menurutnya, tidak banyak lembaga pemasyarakatan yang mampu menghadirkan program kreatif hingga melahirkan sebuah karya nyata berupa album musik.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bukti bahwa pembinaan di Lapas Ciamis berjalan nyata dan menyentuh sisi kreativitas warga binaan. Kami melihat ada keseriusan dan komitmen besar dari Kalapas dalam membangun pembinaan yang positif,” ujar Yadi.
Ia menilai kegiatan tersebut berhasil menunjukkan wajah lain lembaga pemasyarakatan yang lebih humanis dan produktif.
“Selama ini masyarakat sering memandang lapas hanya sebagai tempat menjalani hukuman. Padahal melalui kegiatan seperti ini, publik bisa melihat bahwa warga binaan juga dibina untuk berubah dan berkarya,” katanya.
Namun di tengah pujian dan apresiasi yang mengalir, muncul sorotan tajam terhadap minimnya publikasi resmi kegiatan tersebut di media sosial Lapas Ciamis. Tidak adanya pemberitaan maupun tayangan dokumentasi resmi justru memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan pendukung kegiatan.
Yadi menilai, keberhasilan besar yang membawa citra positif lembaga seharusnya menjadi momentum penting bagi bagian kehumasan untuk membangun komunikasi publik yang baik.
“Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa kegiatan sebesar ini justru tidak terlihat di media sosial resmi lapas. Padahal acara ini sangat positif, membawa nama baik lembaga, bahkan mendapat perhatian banyak pihak,” tegasnya.
Menurutnya, fungsi humas bukan hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menjadi jembatan informasi antara lembaga dan masyarakat.
“Kalau kegiatan positif seperti ini tidak dipublikasikan, masyarakat akhirnya tidak mengetahui capaian pembinaan yang sebenarnya sangat baik. Ini tentu menjadi catatan penting untuk evaluasi ke depan,” ujarnya.
Sorotan tersebut semakin menguat karena launching album warga binaan dinilai bukan kegiatan biasa. Selain menghadirkan hiburan dan kreativitas, acara itu juga dianggap berhasil membangun citra positif pemasyarakatan di tengah masyarakat.
“Prestasi besar seperti ini seharusnya menjadi kebanggaan bersama. Sayang jika gaungnya justru minim karena lemahnya publikasi,” tambah Yadi.
Meski memberikan kritik terhadap aspek publikasi, Yadi tetap mengapresiasi seluruh jajaran Lapas Ciamis atas suksesnya acara yang berlangsung aman, tertib, dan penuh antusiasme.
Ia berharap program pembinaan berbasis seni dapat terus dikembangkan agar menjadi ruang positif bagi warga binaan dalam menyalurkan bakat dan kreativitas mereka.
“Kami berharap ke depan semua pihak bisa memiliki visi yang sama untuk terus mendorong pembinaan yang lebih baik, lebih kreatif, dan lebih bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Bakti Anak Negeri, Rama Pratama Putra, mengaku pihaknya juga mempertanyakan absennya publikasi resmi kegiatan tersebut.
Menurut Rama, kegiatan besar yang mendapat respons positif masyarakat seharusnya menjadi konsumsi publik melalui kanal resmi lembaga.
“Nanti akan kami tanyakan langsung kepada Kalapas terkait kenapa kegiatan yang sukses besar ini tidak muncul dalam pemberitaan media sosial resmi lapas,” ujarnya.
Rama juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya acara hingga berlangsung aman dan lancar. Ia menilai keberhasilan launching album warga binaan menjadi bukti bahwa pembinaan kreatif mampu membawa dampak positif bagi lingkungan pemasyarakatan.
“Selamat kepada Kalapas Ciamis yang telah menghadirkan sejarah baru dalam pembinaan warga binaan melalui karya seni musik. Ini langkah maju yang patut diapresiasi,” pungkasnya.
Kini, suksesnya launching album warga binaan bukan hanya menjadi perbincangan soal kreativitas di balik jeruji besi, tetapi juga memunculkan pertanyaan publik mengenai pentingnya peran kehumasan dalam mengangkat citra positif lembaga kepada masyarakat luas.(Ad)








